Jabal Rahmah atau Gunung Kasih Sayang merupakan salah satu situs yang
sering dikunjungi jamaah haji.Di sini terdapat monumen tempat pertemuan
Adam-Hawa setelah terpisah selama ratusan tahun.
Sekilas tidak ada yang istimewa di
Jabal Rahmah.Seperti gunung dan bukit lain di Jazirah Arab,Jabal Rahmah
didominasi dengan batuan cadas yang tampak gersang.Tidak ada sedikit
pun rerumputan atau satu jenis pepohonan yang tumbuh di punggung dan
puncaknya. Di puncaknya terdapat sebuah monumen dari bebatuan yang
dibangun tinggi menjulang.
Seperempat badan monumen di bagian
bawah dicat warna hitam.Sedangkan sisanya dicat putih.Puncak tugu ini
berbentuk persegi lima. Untuk mencapai tugu ini, pengunjung harus
menaiki jalan menanjak yang dibuat berundak. Kurang lebih dibutuhkan
waktu 10-15 menit untuk mencapai puncak bukit.Bagi jamaah Indonesia yang
baru pertama mendaki puncak bukit ini dijamin bakal ngos-ngosan.
Dengan
suhu tinggi dan tingkat kelembaban rendah,memang dibutuhkan sedikit
tenaga ekstra untuk bisa sampai di monumen Adam-Hawa itu. Arti istimewa
Jabal Rahmah baru terasa saat berada di puncaknya. Dari puncak ini
terlihat betapa luasnya gurun pasir yang mengelilingi Jabal Rahmah.
Di
dataran gurun yang luas inilah,Adam dan Hawa dipertemukan setelah
hampir seratus tahun terpisahkan. Penderitaan fisik dan tekanan psikis
tidak menyurutkan niat Adam dan Hawa untuk kembali bersatu.Mereka
akhirnya dipersatukan di Jabal Rahmah ini.Bukit ini merupakan cermin
kesetiaan Adam dan Hawa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar