Minggu, 22 Januari 2012

Jabal Rahmah, Bukti Kesetiaan Adam dan Hawa

Jabal Rahmah atau Gunung Kasih Sayang merupakan salah satu situs yang sering dikunjungi jamaah haji.Di sini terdapat monumen tempat pertemuan Adam-Hawa setelah terpisah selama ratusan tahun.

Sekilas tidak ada yang istimewa di Jabal Rahmah.Seperti gunung dan bukit lain di Jazirah Arab,Jabal Rahmah didominasi dengan batuan cadas yang tampak gersang.Tidak ada sedikit pun rerumputan atau satu jenis pepohonan yang tumbuh di punggung dan puncaknya. Di puncaknya terdapat sebuah monumen dari bebatuan yang dibangun tinggi menjulang.

Seperempat badan monumen di bagian bawah dicat warna hitam.Sedangkan sisanya dicat putih.Puncak tugu ini berbentuk persegi lima. Untuk mencapai tugu ini, pengunjung harus menaiki jalan menanjak yang dibuat berundak. Kurang lebih dibutuhkan waktu 10-15 menit untuk mencapai puncak bukit.Bagi jamaah Indonesia yang baru pertama mendaki puncak bukit ini dijamin bakal ngos-ngosan.

Dengan suhu tinggi dan tingkat kelembaban rendah,memang dibutuhkan sedikit tenaga ekstra untuk bisa sampai di monumen Adam-Hawa itu. Arti istimewa Jabal Rahmah baru terasa saat berada di puncaknya. Dari puncak ini terlihat betapa luasnya gurun pasir yang mengelilingi Jabal Rahmah.

Di dataran gurun yang luas inilah,Adam dan Hawa dipertemukan setelah hampir seratus tahun terpisahkan. Penderitaan fisik dan tekanan psikis tidak menyurutkan niat Adam dan Hawa untuk kembali bersatu.Mereka akhirnya dipersatukan di Jabal Rahmah ini.Bukit ini merupakan cermin kesetiaan Adam dan Hawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar